Keluarga Mahasiswa Universitas Tidar adakan galang dana untuk NTT dan NTB

Keluarga Mahasiswa Universitas Tidar usai melaksanakan kegiatan galang dana yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 April 2021, pada pukul 08.00 – 16-00 WIB. Kegiatan galang dana ini diadakan oleh KM Untidar sebagai wujud solidaritas kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Tengah (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sedang mengalami musibah banjir. Bencana banjir telah melanda kedua wilayah tersebut sejak 4 April 2021, yang mengakibatkan duka mendalam serta kerugian dimana banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal mereka.

Kegiatan peduli NTT dan NTB yang dikoordinatori oleh masing-masing fakultas, diadakan secara tersebar pada berbagai titik wilayah di Kota dan Kabupaten Magelang.  Daerah-daerah yang digunakan untuk tempat galang dana yaitu alun-alun Kota Magelang dan di beberapa titik persimpangan yaitu persimpangan Canguk, Cacaban, Pakelan dan Bayeman.

Kegiatan galang dana yang dilakukan oleh Keluarga Mahasiswa Universitas Tidar ini dilaksanakan dengan lancar. Seluruh mahasiswa yang berpartisipasi dalam galang dana ini, tetap  tertib dan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Mahasiswa dihimbau untuk selalu memakai masker dan membawa handsanitizer sebagai perlengkapan keamanan galang dana pada masa pandemi.

Hasil Sementara yang didapatkan dari kegiatan galang dana ini pada hari pertama sebanyak 20.318.500 rupiah dan pada hari kedua sebesar 22.025.500 rupiah. Total keseluruhan yang didapat selama dua hari senilai 42.344.000 rupiah.

Kronologi Bom Bunuh Diri Makassar

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Makassar pada tanggal 28 Maret 2021 pukul 10.20 WTA. Bom bunuh diri tersebut dilakukan oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.  Menurut keterangan saksi yang berada disekitar lokasi, sebelum terjadinya ledakan bom tersebut terdapat dua pengendara motor yang mengendarai motor matic dengan nomor polisi DD 5984 MD.

Kedua pelaku tersebut sampai didepan gerbang gereja katedral, kemudian hendak masuk menuju ke dalam gereja. Namun sebelum masuk, pelaku diberhentikan oleh petugas keamanan gereja. Mereka diperiksa oleh petugas bertepatan saat misa telah selesai dan  jemaat misa telah keluar dari gereja.

Seketika itu terjadi ledakan bom yang mengakibatkan 14 korban luka-luka. Korban yang mengalami luka-luka tersebut terdiri dari petugas gereja dan jemaat misa. Selain itu, terdapat satu orang meninggal dunia. Kedua pelaku tersebut diduga seorang laki-laki dan seorang perempuan, hal ini didasarkan pada potongan tubuh yang terdapat di lokasi kejadian berupa potongan tangan, pergelangan tangan, dan jari-jari dari salah satu pelaku.

“Menjelang pilpres 2024, eskalasi teror akan semakin tinggi. Radikalis juga marah karena saat ini sumber dana mereka dibekukan oleh PPATK sehingga pergerakan mereka sedikit terbatasi,” ungkap Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan.